PERKEMBANGAN IPA & ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI



Nama         : Valentina Dumaris Simangunsong
NPM           : 16515998
Kelas          : 1PA03

PERKEMBANGAN IPA & ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI

1.   PERKEMBANGAN IPA

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematis yang didasarkan pada penyelidikan  dan interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa atau gejala alam melalui metode dan sikap ilmiah. Ilmu ini terus berkembang, bertambah luas dan mendalam sesuai dengan hasil-hasil penemuan dan penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang-cabang ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Dalam perkembangannya, ternyata banyak proses yang penjelasannya memerlukan bantuan dari dua atau lebih cabang ilmu yang merupakan kombinasi dari cabang-cabang yang telah ada, seperti Kimia Fisika, Biokimia, Biofisika, dan Geofisika. Pembagian IPA dalam berbagai cabang tersebut sebenarnya untuk lebih mempermudah mempelajari alam seisinya dari sudut pandang tertentu. Namun di luar dari pada itu, satu hal yang pasti, yakni sasaran yang diselidiki, diuraikan, dan dibahas adalah satu, yaitu alam semesta yang meliputi: asal mula alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi.
Secara sederhana urutan perkembangan ilmu dimulai dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu maka dilakukan suatu pengamatan. Berdasarkan pengamatan berulangkali diperoleh pengalaman. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang terus-menerus diperoleh pengetahuan, semisal sifat dari benda yang diamati. Kumpulan pengetahuan tentang sesuatu yang didapatkan secara sistematis dinyatakan ilmu pengetahuan.
BAB II. LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Alam Semesta
  Alam Semesta adalah keseluruhan planet, bintang, galaksi, ruang antargalaksi, atau semua energi dan materi yang dimilikinya pada pertengahan pertama abad ke-20. Usaha unutk memahami pengertian alam semesta dalam limngkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

2.2 Proses Terjadinya Alam Semesta
Alam semesta terbentuk dari titik singularitas, yakni Big Bang. Big Bang merupakan peristiwa meledaknya atom yang sangat besar, sehingga menciptakan apa yang kita kenal sekarang sebagai objek astro, seperti: bintang, galaksi, ruang antargalaksi, dll.

2.3 Perbedaan Anggota Tata Surya
Berikut ini adalah yang termasuk ke dalam tata surya :

Ø  BINTANG
         Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya, bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari. Sedangkan Matahari sendiri dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti planet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, dan neptunus.

Ø  MATAHARI
         Matahari adalah jenis bintang yang terdekat dengan bumi, dimana matahari memiliki jarak dengan bumi sekitar 149,680,000 kilometer atau 92,26 juta mil, terbentuk dari komponen gas helium dan hidrogen dan terdiri dari enam lapisan. Serta diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus yang berjarak kurang lebih empat tahun cahaya. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti planet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, neptunus, dan jupiter. Matahari merupakan bola api yang suhu pada intinya sekitar 35 juta derajat celcius dan suhu pada bagian permukaannya 6000 ºC.

Ø  PLANET
         Planet adalah benda-benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya. Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang. Cahaya planet merupakan pantulan dri cahaya matahari. Setiap planet mempunyai periode rotasi dan revolusi yang berbeda-beda. Planet dikelompokan dalam 2 kategori yaitu : planet dalam dan planet luar. Planet dalam yaitu : merkurius, venus, bumi, dan mars. Sedangkan planet luar yaitu : yupiter, saturnus, uranus, dan neptunus.

Ø  ASTEROID
         Asteroid adalah gugusan (kumpulan) benda-benda kecil seperti planet yang beredar mengelilingi matahari, dan terletak diantara lintasan planet jupiter dan mars.

Ø  KOMET
         Komet atau bintang berekor adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar (Orbit) yang bentuknya sangat lonjong.

Ø  SATELIT
         Satelit adalah benda langit yang beredar mengelilingi planet dan berotasi di sumbu atau porosnya.

Ø  METEOR
         Meteor adalah benda langit yang berpijar akibat gesekan dengan atmosfer bumi dengan kecepatan yang tinggi. Meteorit adalah meteor yang jatuh ke bumi.
        
         2.4 Bumi Bagian dari Sistem Tata Surya
         Bumi adalah planet bagian dalam terbesar dan terpadat,  planet yang satu-satunya di ketahui memiliki makhluk hidup. Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara planet-planet kebumian dan merupakan satu-satunya planet yang diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi yang sangat berbeda dengan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keadaan makhluk hidup yang menghasilkan 21% Oksigen. Bumi memiliki 1 satelit terbesar dari planet kebumian di dalam tata surya.

         2.5 Lapisan-lapisan Pada Planet Bumi
       Lapisan Bumi dibagi menjadi 3 :
1)      Lapisan Kerak Bumi (Crush)
Lapisan yang paling luar adalah kerak bumi dan menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahlik hidup. Lapisan kerak / kulit bumi, yaitu lapisan yang tersusun dari batuan beku dan juga terdapat batuan motemorf dan sedimen, Kerak bumi adalah lapisan yang selalu bergerak.

2)      Lapisan Selimut Bumi (Mantle)
Selimut Bumi terletak dibawah kerak bumi. Lapisan ini disebut juga dengan selubung bumi dengan ketebalan mencapai 2.900 km. Bagian dari atas batuan ini merupakan bagian lapisan batuan padat dan di bagian bawah merupakan lapisan batuan yang likuid (cair-cair padat). Suhu dilapisan ini mencapai 3000ºC. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bagian dalam bumi. Selimut ini terdiri dari :  Atenosfer (lapisan yang berada di bawah latisan litosfer) dan Mesosfer (lapisan yang sebagian besar tersusun dari campuran besi dan batuan basa).

3)      Lapisan Inti Bumi (Core)
Lapisan ini terletak di bawah selimut bumi (core) atau tepat di tengah bumi. Lapisan ini sangat padat dan menjadi pusat massa dari bumi. Di lapisan ini pula gravitasi dan aktivitas magnetik bumi dibangkitkan. Kandungan terbesar dalam inti bumi adalah besi dan nikel.

2.6 Teori Tentang Terjadinya Bumi
       Teori Terjadinya Bumi adalah berbagai teori yang di ajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya bumi.

*      Teori Big Bang
            Berdasarkan teori ini, Pada awalnya terdapat gumpalan kabut yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilalkukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Dan gumpalan kabut raksasa itu meledak  dengan dasyat di luar angkasa dan kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Sementara itu bagian yang ringan yang terlempar ke luar mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet Bumi.

*      Teori Kabut Knat-Laplace
            Dalam teori ini dikemukakan bahwa jagad raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antara gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses putaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

*      Teori Planetesimal
            Teori ini di kemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahri asal ini di dekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfermatahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi.

*      Teori Pasang Surut Gas
            Teori ini dikemukakan oleh Jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehinga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukurannya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke bumi (60 kali radius orbit bumi) . Tetapi, jika semua bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kearah bintang besar itu.
Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhitnya kolom kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri yaitu planet-planet.

*      Teori Bintang Kembar
            Teori ini di kemukakan oleh ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.

BAB III. ANALISA
       Ilmu Pengetahuan Alam berkembang dengan sangat pesat sejalan dengan sifat manusia yang mempunyai rasa ingin tahu. Dengan sifat ini, dalam benak manusia selalu bertanya karena keingin tahuannya: apa, bagaimana, dan mengapa. Adanhya kemampuan berfikir pada manusia tersebut yang menyebabkan berkembangnya rasa ingin tahu tengtang segala apa yang ada di dalam alam semesta. Pengetahuan yang di peroleh dari alam selanjutnya merupakan dasar perkembangan ilmu pengetahuan alam (IPA).

BAB IV. REFERENSI







2.   ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
         Asam Amino adalah bahan dasarnya, dan reaksi yang mengaktifkan terbentuknya organisme purba akhirnya membuatnya mengembangkan kemampuan menyerap energi dan berkembang biak. Bakteri yang menjadi nenek moyang seluruh kehidupan di bumi memanfaatkan energi cahaya matahari. Mereka berwarna ungu, dan berkembang biak, menyebar dan memenuhi seluruh lautan. Hanya sebagian cahaya matahari yang di pakai bakteri primitif ini, sisanya masuk ke laut yang lebih dalam. Bakteri yang berkembang berikutnya memanfaatkan spektrum cahaya tersisa, yang menjadikan mereka berwarna hijau. Mereka di kenal sebagai Cynobacteria, mikroba hijau inilah yang kemudian menjadi nenek moyang seluruh spesies tumbuhan di dalam kingdom plantae.
         Cynobakteria memiliki kemampuan yang tidak dimiliki mahluk lain, fotosintesis. Dengan memanfaatkan energi dari cahaya matahari, mereka memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Hidrogen dipakai untuk bereaksi dengan karbondioksida menjadi gula, dan oksigen dilepaskan ke udara, mengisi atmosfir, dan akhirnya bereaksi membentuk ozon. Ozon inilah yang menjadikan atmosfer bumi mampu maenyaring sina UV matahari. Sisa oksigen yang berlimpah bearmanfaat untuk respirasi tumbuhan, dan dengan kondisi yang ramah kehidupan ini, mahluk lain yang memanfaatkan oksigen untuk mencerne makananikut mengalami ledakan populasi dan berevolusi. Ilmuan menyebutkan ini sebagai oksidasi besar.

BAB II. LANDASAN TEORI
2.1           Macam-macam Teori Tentang Asal-Usul Adanya Kehidupan             Dibumi

*      Teori Abiogenesis / Generatio Spontanea ( ARISTOTELES)
Teori ini mengandung dua pengertian, yaitu: bahwa mahluk hidup berasal dari benda yang tidak hidup dan mahluk hidup terjadi dengan sendirinya (secara begitu saja) dari mahluk tah hidup.


*      TEORI BIOGENESIS (F.REDI, SPALANZANI, L.PASTEUR)
Teori ini menyatakan bahwa semua kehidupan berasal dari telur dan semua telur berasal dari sesuatu yang hidup. Teori ini merupakan kesimpulan dari beberapa percobaan.

*      TEORI PENCIPTAAN (SPECIAL CREATION THEORY)
Teori ini menyatakan bahwa segala sesuatu di ciptakan oleh Tuhan. Segala spesies mahluk hidup yang sekarang ini sudah ada sejak dahulu dan diciptakan sendiri-sendiri sebagaimana adanya saat ini.

*      TEORI KOSMOZOA (COSMOZOIC THEORY)
Teori ini menyatakan bahwa kehidupan di dunia berasal dari angkasa atau datang dari meteor yang jatuh dari angkasa luar (kosmos) ke bumi. Hal itu diperkuat dengan hasil analisa peninggalan peradapan.

*      TEORI EVOLUSI KIMIA (HAROLD UREY)
Teori ini menyatakan bahwa asal-usul kehidupan di awali dengan adanya senyawa organik di atmosfer yang berupa gas-gas yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangunan kehidupan.

2.2           Perbedaan Teori Abiogenesia dengan Biogenesia
Teori Abiogenesia : mengatakan bahwa mahluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati. Paham Abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu sejak zaman yunani kuno, hingga pertangahan abad ke-17. Pada abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat di gunakan untuk mangamari benda-benda aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Olah para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leewenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka.

Teori Biogenesis : Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang-orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mangadakan penelitian memecahkan masalah tentang awal-mula kehidupan. Orang-orang yang tidak puas terhadap paham abiogenesis itu antar lain Francesco Redi (italia) dan Louis Pasteur (Prancis). Berdasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis/ generation spontanea menjadi pudar karena paham tidak dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.

2.3           Percobaan yang Dilakukan Para Ilmuan Pencetus Teori

a)      Percobaan Francesco Redi
Ia mengemukakan penelitian menggunakan 8 tabung yang di bagi menjadi 2 bagian. Empt tabung masing-masing diisi dengan daging ular, ikan, roti di campur susu, dan danging. Keempat tabung di biarkan terbuka. Empat tabung yang lain diperlakukan sama dengan 4 tabung pertama, tetapi tabung di tutup rapat. Setelah beberapa hari pada tabung yang terbuka terdapat larva yang akan menjadi lalat . Berdasarkan hasil percobaannya, Ia menyimpulkan bahwa ulat buka berasal dari daging tetapi berasal dari telur lalat yang terdapat dalam daging dan menetas menjadi larva. Penelitian ini dikemukakan oleh penganut teori Abiogenesis karena pada tabung yang tertutup rapat, udara dan zat hidup tidak dapat masuk sehingga tidak memungkinkan untuk adanya suatu kehidupan. Bantahan itu mendapat tanggapan dari Redy. Redy melakukan percobaan yang sama namun tutup di ganti dengan kain kasa sehingga udara dapat masuk dan ternyata dalam daging tidak terdapat larva.

b)     Percobaan Lazzaro Spallanzani
Pada tahun 1765 Ia melakukan percobaan untuk menyanggah kesimpulan yang di kemukakan oleh Nedham. Lazzaro melakukan percobaan dengan memanaskan 2 tabung kaldu sehingga semua organisme yang ada didalam kaldu terbunuh. Setelah didinginkan, kaldu tersebut di bagi menjadi 2, satu tabung dibiarkan terbuka dan satu tabung yang lain tertutup. Ternyata pada tabung yang terbuka terdapat organisme, sedangkan pada tabung yang tertutup tidak terdapat organisme.

c)      Percobaan Louis Pasteur
Ia melakukan percobaan menggunakan labu leher angsa. Pertama-tama kaldu di rebus hingga mendidih, kemudian didiamkan. Setelah beberapa hari, air kaldu tetap jernih dan tidak mengandung mikroorganisme. Adanya leher angsa memungkinkan udara dapat masuk ke dalam tabung, tetapi mikroorganisme udara akan terhabat masuk karena adanya uap air pada pipa leher. Namun apabila tabung di miringkan hingga air kaldu sampai ke permukaan pipa, air kaldu tersebut akan terkontaminasi oleh mikroorganisme udara. Akibatnya setelah beberapa waktu, air kaldu akan keruh karena terdapat mikroorganisme.

         Berdasarkan hasil percobaan para ilmuwan tersebut maka muncullah teori baru yaitu, teori biogenesis yang menyatakan bahwa:
1.      Setiap mahlukhidup berasal dari telur
2.      Setiap telur berasal dari mahluk hidup
3.      Setiap mahluk hidup berasal dari mahluk hidup sebelumnya

BAB III. ANALISA
         Asal mula kehidupan di bumi sampai sekarang masih di perdebadkan dan belum di ketahui dengan pasti dari mana dan kapan kehidupan telah ada. Kehidupan telah menciptakan peradaban baru bagi mahluk hidup. Kehidupan sangat penting bagi mahluk hidup untuk pelestarian jenisnya. Semua mahluk hidep mengalami evolusi dari masa ke masa.

BAB IV. REFERENSI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#SIP DEFENISI SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

#SIP-APLIKASI PISKOLOGI