BUDAYA ASING YANG DI INDONESIA
BUDAYA
ASING YANG DI INDONESIA
PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI KOMUNIKASI DI INDONESIA
Perkembangan komunikasi saat ini semakin
luas dan tidak dapat di batasi. Dahulu jauh sebelum ada Telepon atau SMS, tentu
kita membanyangkan bagaimana repot dan lamanya mereka harus berkomunikasi jika
terpisah jarak. Sebelum orang banyak mengenal telepon genggam atau Hp, Surat
menyurat sedah terjadi sejak jaman kerajaan. Mereka menggunakan banyak media
untuk menulis surat karena masih sulitnya kertas pada jaman dahulu. Media yang
sering digunakan adalh kayu, dedaunan, hingga kulit hewan. Teknologi surat
menyurat semakin berkembang begitu belanda sampai dan menguasai Indonesia.
Ditambah dengan aktifnya beberapa kantor pos yang membuat surat-menyurat
semakin mudah dan lancar.
Dan pada tahun 1855 menjadi awal sejarah di
mulainya fenomena teknologi komunikasi baru yaitu telegraf. Pengirim pesan
singkat hanya bisa di gunakan menggunakan sandi morse ini sangat menjadi
primadona saat itu. Pada awal adanya telegraf ini dimaksudkan untuk mengirim
pesan-pesan yang berhubungan dengan pesan-pesan yang bersifat sangat rahasia. Hingga
telegraf menjadi inspirasi tersendiri di temukannya teleprinting dan telegram
yang semakin memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi.
Semakin meluasnnya teknologi telegraf membuat
pemerintaan masyarakat terhadap telegraf semakin tinggi. Hal itu pula yang
melatar belakangi munculnya telefon di Indonesia. Meski telefon sudah di
temukan oleh Alexander Graham Bell sejak tahun 1876, di Indonesia sendiri
telepon baru digunakan setelah 6 tahun kemudian. Dan lokasi pertama yang
mendapat kehormatan mendapat jaringan telepon hanyalah Gambir ke Batavia. Sejak
itu komunikasi di Indonesia semakin berkembang hingga saat ini.
Sumber : Wikipedia®
Pendapat
saya mengenai perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia
Teknologi komunikasi di Indonesia sudah
baik, tinggal bagaimana kita menggunakannya dengan baik juga. Tidak
menyalagunakan teknologi komunikasi seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
BUDAYA BERPAKAIAN DI INDONESI DI ZAMAN SEKARANG
Aturan berbusana (bahasa
Inggris: dress code) adalah peraturan tertulis ataupun tidak tertulis yang
mengatur mengenai cara berpakaian. Pakaian, seperti halnya aspek penampilan
fisik manusia lainnya, memiliki makna sosial, dengan aturan dan penerapan yang
berbeda tergantung pada keadaan dan kesempatan. Bahkan dalam waktu sehari,
seseorang mungkin perlu mengatur antara dua atau lebih aturan berbusana,
setidaknya cara mereka berpakaian di tempat kerja, di sekolah, dan di rumah,
biasanya hal ini terjadi karena hasil aklimatisasi budaya. Perbedaan budaya
dalam dalam masyarakat menyebabkan norma-norma yang mengatur cara berpakaian
juga berbeda-beda.
Cara berpakaian telah menciptakan suatu aturan atau tanda yang
menunjukkan pesan yang diberikan oleh pakaian seseorang dan bagaimana pakaian
tersebut dikenakan. Pesan itu antara lain bagaimana berpakaian sesuai jenis
kelamin, pekerjaan, kelas sosial, afiliasi politik, suku bangsa dan agama,
sikap, mode, tradisi, status perkawinan, usia, dan orientasi seksual. Pakaian
juga menyampaikan pesan sosial lainnya, misalnya menunjukkan identitas budaya
atau pribadi yang bersangkutan; mendirikan, mempertahankan, atau menentang
norma kelompok sosial, dan memberikan kenyamanan serta fungsionalitas.
Sebagai contoh, mengenakan pakaian mahal mungkin menunjukkan kekayaan
seseorang atau kemudahan akses untuk mendapatkan pakaian berkualitas, begitu
juga sebaliknya.
Sumber : Wikipedia®
PENDAPAT SAYA MENGENAI CARA BERPAKAIAN BUDAYA DI INDONESIA YANG SUDAH DI
PENGARUHI BUDAYA BARAT
Perilaku atau respon masyarakat
Indonesia terhadap masuknya budaya asing sebagian ada yang menerima sebagian
ada yang tidak menerima budaya asing masuk di Indonesia. Tapi tentunya sebagian
besar rakyat Indonesia menerima kebudayaan asing masuk ke Indonesia.
Sebaiknya kita harus
mempertahankan budaya berpakain di Indonesia yang sudah di terapkan di
indponesia. Sebagai generasi muda hendaknya dapat berperilaku yang
selektif terhadap pengaruh globalisasi sesuai dengan nilai-nilai agama yang di
anut dan adat kebiasaan di negrinya dan dapat memilah kebudayaan asing yang
patut dicontoh dan yang ditidak patut dicontoh. Serta menanamkan nilai-nilai
pancasila dan melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik-baiknya. Dan jangan lupa
memiliki semangat nasionalisme yang tangguh, seperti mencintai produk dalam
negri.
Komentar
Posting Komentar