KEBUDAYAAN SUKU BATAK
KEBUDAYAAN
SUKU BATAK
Suku Batak merupakan salah satu suku yang
berasal dari Tapanuli, Sumatra Utara. Suku yang dikategorikan sebagai Batak
adalah : Batak Toba, Batak Karo, Batak Papak, Batak Angkola, Batak Simalungun,
dan Batak Mandailing.
Saat ini pada umumnya orang Batak menganut
agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam Suni. Tetapi ada juga yang
menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan animisme (yang mempercayakan
segala sesuatu kepada hal gaib), walaupun kini jumlah penganut kepercayaan ini
sudah semakin berkurang.
SEJARAH
Orang Batak adalah penutur bahasa austronesia
namun tidak diketahui kapan nenek moyang orang batak pertama kali bermukin di
Tapanuli dan Sumatra Utara. Bahasa dan bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa
orang yang berbahasa austronesia dari Taiwan telah berpindah ke wilayah
Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu, yaitu pada zaman batu muda
(neolitikum). Karena sampai saat ini belum ada artefak neolitikum yang di
temukan di wilayah batak, maka dapat diduga bahwa nenek moyang batak baru
bermigrasi ke sutra utara pada zaman logam.
CIRI
KHAS SUKU BATAK
Suku batak mempunyai ciri khas, salah satunya
adalah Ulos. Ulos adalah kain tenun khas batak berbentuk selendang. Benda
sakral ini merupakan simbol restu , kasih sayang dan persatuan. Secara harfiah,
ulos berarti selimut yang menghangatkan tubuh dan melindunginya dari terpaan
udara dingin. Menurut kepercayaan leluhur suku batak ada tiga sumber yang dapat menghangatkan
tubuh manusia, yaitu matahari, api, dan ulos. Dari ketiga sumber kehangatan
itu, uloslah yang dianggap paling nyaman dan akrab dengan kehidupan
sehari-hari.
IDENTITAS
BATAK
R.W Liddle mengatakan,
bahwa sebelum abad ke-20 di Sumatra Utara tidak terdapat kelompok etnis sebagai
satuan sosial yang koheren. Menurutnya sampai abad ke-19 interaksi sosial di
daerah itu hanya terbatas pada hubungan antar individu, antar kelompok
kekerabatan, atau antar kampung. Pendapat lain mengemukakan, bahwa munculnya
kesadaran mengenai sebuah keluarga besar batak baru terjadi pada zaman
kolonial. Terbentuknya masyarakat batak yang tersusun dari berbagai macam
marga, sebagian disebabkan karena adanya migrasi keluarga-keluarga dari wilayah
lain di Sumatra.
SALAM KHAS BATAK
Tiap puak batak memiliki salam khasnya
masing-masing. Meski suku batak terkenal dengan salam HORASnya. Horas sendiri
masih memiliki penyebutan masing-masing berdasarkan pauk yang menggunakannya
1. Pakpak
“Njuah-juah Mo Banta Karina”
2. Karo
“Mejuah-juah Kita Krina”
3. Toba
“Horas Jala Gabe Ma Dihita Saluhutna!”
4. Simalungun
“Horas Banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona”
5. Mandailing
dan Angkola “Horas Tondi Mandingin Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!”
FALSAFAH
DAN SISTEM KEMASYARAKATAN
Masyarakat batak memiliki falsafah, azas
sekaligus sebagai sruktur dan sistem dalam kemasyarakatannya dan sistem dalam
bahasa Batak Toba disebut Dalihan Na Tolu, yaitu: (Toba) *Somba
Marhula-hula *Manat Mardongan Tubu *Elek marboru.
Sumber : Wikipedia®
Komentar
Posting Komentar