B. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) & SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (SPK)
1. Defenisi SIM dan SPK
1) Defenisi SIM
Sistem
Informasi Manajemen merupakan sebuah sistem yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi yang mendukung fungsi
operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Sistem ini menggunakan
hardware, softwarwe, prosedur manual, model manajemen dan keputusan,
serta database.
Marimin,
Hendri Tanjung, Haryono Prabowo. (2006). Buku Sistem Informasi Manajemen Sumber
Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.
2) Defenisi SPK
Menurut
Bonczek, dkk (1980) dalam buku Decision
Support Systems And Intelligent System mendefenisikan sistem pendukung
keputusan sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang
saling berinteraksi antara pengguna dan komponen sistem pendukung keputusan
lain), sistem pengetahuan (respositori pengetahuan domain masalah yang ada pada
sistem pendukung keputusan atau sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem
pemrosesan masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satu
atau lebih kapasitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan
keputusan).
Nofriansyah
Dicky. (2014). Konsep Data Mining VS Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta;
Deepublish.
2. Konsep SIM dan SPK
1) Konsep SIM
·
Informasi
Informasi menambahkan
sesuatu pada penyajian, yaitu berhubungan dengan waktu dan mutu.
·
Manusia sebagai pengola
informasi
Kemampuan manusia
sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sisfo dan ancangan
pada pengembangan sistem informasi.
·
Konsep sistem
Karena SIM adalah
sebuah sistem, maka konsep sistem perlu unutk memahami dan merancang ancangan
pada pengembangan sistem informasi.
·
Konsep organisasi dan
manajemen
Sistem informasi berada
di dalam sebuah organisasi dan dirancangan untuk mendukung fungsi manajemen. Informasi
adalah penentuan yang penting dalam bentuk keorganisasian.
·
Konsep pengambilan
keputusan
Rancangan SIM bukan
hanya harus mencerminkan ancangan rasional terhadap optimasi, tetapi juga teori
keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.
·
Nilai informasi
Informasi mengubah
keputusan. Perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai informasi.
2) Konsep SPK
Konsep Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) pertama kali diungkapkan pada tahun 1971 oleh Michael Scoot
Morton (Turban, 2001) dengan istilah Management
Decision System. Konsep struktur pada defenisi awal sistem pendukung
keputusan (bahwa SPK dapat menangani situasi semistruktur dan tidak
terstruktue), sebuah masalah dapat di jelaskan sebagai maslah tersrtuktur dan
tidak terstruktur hanya dengan memperhatikan si pengambil keputusan atau suatu
spesifik.
Latif, Lita Asyriati.,
Mohamad Jamil, Said. H.I. Abbas. (2018). Sistem Pendukung KeputusanTeori Dan
Implementasi. Yogyakarta; Deepublish.
3. Model SIM dan SPK
1) Model SIM
Defenisi
model sistem informasi manajemen dapat digambarkan pada gambar diatas. Database
data yang disediakan oleh SIA. Selain itu, data maupun informasi dimasukka dari
lingkungn. Isi database digunakan oleh perangkat lunak yang menghasilkan
laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika yang mensimulasikan
beragam aspek operasi perusahaan. Output perangkat lunak digunakan oleh
orang-orang dalam perusahaan yang bertanggung jawab memecahkan masalah
perusahaan. Tidak seperti SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi
bagi lingkungan.
2) Model SPK
Model adalah
representasi abstrak yang mengilustrasikan beberapa komponen atau hubungan dari
suatu fenomena. Mocel dapat berupa model fisik (seperti model pesawat terbang),
model matematis (seperti persamaan), atau model verbal (seperti penjelasan
mengenai prosedur untuk melakukan pemesanan).
Laudon, Kenneth C.,
Jane P, Laudon. (2008). Sistem Informasi Manajemen, Edisi 10. Jakarta; Salemba
Empat.
4. Peranan SIM dan SPK dalam memecahkan masalah dibidang
psikologi
Identifikasi
dan Pemahaman Masalah. Ide utama dibalik SIM adalah menjaga agar pasokan
informsi terus mengalir ke manajemen. Manajemen menggunakan SIM terutama untuk
menandai masalah atau mendekati masalah, kemudian memahaminya dengan menentukan
lokasi dan penyebabnya. Sedangkan SPK berkontribusi dalam pemecahan masalah
dengan berkomunikasi yang lebih baik yang emungkinkan keputusan yang lebih baik
dengan menjaga diskusi terfokus pada masalah yang menyebabkan kita dpat
menghemat waktu. Dengan penghematan waktu tersebut dapat digunakan untuk
mengidentifikasi lebih benyak lagi alternatif.

Komentar
Posting Komentar