A. DATABASE
1. Sejarah
Database
Pada awal tahun 1960,
Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS
yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Dara Store). Dasar untuk
model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh Conference on Data
System Language (CODASYL). Kemudian, Bachman menerima CM Turing Award
(penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer) tahun 1973.
Menurut sejarah, system
pemrosesan basis data terbentuk setelah masa system pemrosesan manual dan
system pemrosesan berkas. Sistem pemrosesan manual (bebasis kertas) merupakan
bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan
pada rak-rak berkas. Jika berkas-berkas tersebut diperlukan, berkas tersebut
harus dicari pada rak-rak tersebut. Sistem pemrosesan berkas merupakan system
komputer, dimana sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara
terpisah. Perancangan system ini didasarkan pada kebutuhan individual pengguna,
bukan kebutuhan sejumlah pengguna. Sehingga setiap aplikasi menuliskan data
tersendii, alhasil ada kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas
lain yang digunakan oleh aplikasi lain.
http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2013/02/sejarah-database.pdf
2. Konsep
Database
Satu Database
Management System (DBMS) berisi satu koleksi data yang saling berelasi dan satu
set program untuk mengakses data tersebut. Jadi DBMS terdiri dari Database dan
Set Program pengelola untuk menambah data, menghapus data, mengambil dan
membaca data.
Database adalah
kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukkan
dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu database menunjukkan satu kumpulan
data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan, instansi.
Dalam satu file
terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, merupakan satu
kumpulan entity yang berhubungan untuk menunjukkan bahwa field tersebut dalam
satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record.
Untuk menyebutkan isi
dari field maka digunakan atribute atau merupakan judul dari satu kelompok
entity tertentu, misalnya atribute Alamat menunjukkan entitu alamat dari siswa.
Entity adalah suatu obyek yang nyata dan akan direkam.
Set program pengelola
merupakan satu paket program yang dibuat agar memudahkan dan mengefisienkan
pemasukkan atau perekaman informasi dan pengambilan ataupembacaan informasi ke
dalam database.
Kristanto Harianto.
(1994). Konsep & Perancangan Database. Yogyakarta: Andi.
3. Struktur
Database
Struktur database
mencakup berpartisipasi dalam desain dan implementasi awal database serta
mengandalkan dan mengelola perubahan-perubahan yang diperlukan. Idealnya, DBA
dilibatkan sejak awal dalam pengembangan database dan aplikasi-aplikasinya;
berpartisipasi dalam studi tentang kebutuhan; membantu mengevakuasi
alternatif-alternatif, termasuk DBMS yang akan digunakan; dan membantu
mendesain struktur database. Untuk aplikasi-aplikasi organisasi yang besar, DBA
biasanya bertindak sebagai manajemen yang mengawasi pekerjaan personel desain
database yang berorientasi teknis.
Pembuatan database
melibatkan beberapa tugas serta log-lognya. Kemudian tabel-tabel dihasilkan,
indeks-indeks dibuat, dan prosedur tersimpan (stored procedure) serta trigger ditulis. Setelah struktur database
dibuat, databasenya diisi dengan data. Sebagian besar vendor DBMS menyediakan
utilitas untuk menyisipkan data dalam jumlah besar (bulk).
Pengendalian konfigurasi
setelah database dan aplikasi-aplikasinya diimplementasikan,
perubahan-perubahan kebutuhan tidak dapat dihindarkan lagi.. perubahan seperti ini
dapat timbul dari kebutuhan-kebutuhan baru, perubahan lingkungan bisnis,
perubahan kebijakan, dan sebagainya. Jika perubahan kebutuhan mengharuskan
perubahan struktur database, maka kita harus sangat berhati-hati karena
perubhan struktur database jarang malibatkan hanya satu aplikasi.
Oleh karena itu,
administrasi database yang efektif harus memasukkan prosedur-prosedur dan
kebijakan-kebijakan di mana para user dapat mendaftarkan kebutuhannya akan
perubahan, keseluruhan komunitas database dapat membahas dampak perubahan
tersebut dan keputusan global dapat dibuat apakah akan mengimplementasikan perubahan-perubahan
yang diajukan itu atau tidak.
Kroenke David. M., (2003). Database Processing Dasar-dasar, Desain
& Implentasi. Jakarta; Erlangga.
4. Kelemahan
dan Keunggulan Database Manajemen Sistem
No.
|
Kelemahan
|
Kelebihan
|
1.
|
Harga DBMS
mahal.
Teknologi baru
akan lebih mahal daripada teknologi yang terdahulu.
|
Mengontrol
redundansi data.
Dengan ada
integrasi file inin maka berbagai
duplikasi data yang terjadi dihilangkan.
|
2.
|
Ukuran.
Kerumitan dan
banyaknya fungsi yang ada pada DBMS menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan
penambahan tempat penyimpanan dan memori.
|
Konsistensi
data.
Jika ada
perubahan yang terjadi dalam DBMS karena proses tambahan, ubah, atau hapus
data, maka pengguna-pengguna DBMS akan dapat mengakses nilai terbaru dalam
DBMS secara cepat.
|
3.
|
Kompleksitas.
Pada DBMS
terdapat pengaturan fungsi-fungsi sehingga DBMS menjadi software yang cukup rumit dan kompleks. Aturan fungsi-sungsi
tersebut harus diketahui oleh penggunaa DBMS dengan baik. Jika tidak maka
pengguna DBMS tidak akan mendapat manfaat implementasi DBMS.
|
Informasi yang
lebih dari sejumlah data yang sama. Contoh kasus sebagai berikut.
Pada FBS
adalah hal yang cukup sulit untuk mendapatkan informasi pemasok yang
barangnya terlaris dijual sedangkan pada DBMS, mendapatkan informasi tersebut
sangatlah mudah, mengingat seluruh data dalam DBMS telah terintegrasi.
|
4.
|
Penambahan
biaya perangkat keras.
|
Pemakaian data
bersama.
Dalam FBS,
file dimiliki oleh bagian tertentu. Namun dalam DBMS, konsep demikian tidak
pernah. Karena database dimiliki oleh perusahaan atau organisasi, bukan oleh
bagian tertentu.
|
5.
|
Adanya biaya
konversi.
Biaya konversi
ini akan digunakan untuk proses konversi FBS ke DBMS.
|
Meningkatnya Integritas
Data.
Integritas
data berhubungan dengan validitas dan konsistensi dalam penyimpanan data. Integritas
mengekspresikan batas dan aturan dalam basis data.
|
6.
|
Kinerja.
DBMS digunakan
oleh banyak sistem informasi. Akibatnya mungkin beberapa pengguna sistem
informasi akan merasakan hal-hal yang tidak seperti biasanya. Misalnya menjadi
lebih lambat.
|
Meningkatnya keamanan
database.
Dalam DBMS,
terdapat fasilitas yang mengatur akses misalnya otoritas untuk mengakses,
menambah, mengubah, dan menghapus. Dengan demikian setiap pengguna DBMS tidak
dapat mlakukan sesuatu yang bukan menjadi haknya. Contohnya jika bagian
pembelian hanya diberi akses untuk mengambil data barang, maka dia tidak
dapat menambah, mengubah, dan menghapus data barang.
|
7.
|
Dampak yang
lebih tinggi pada suatu kegagalan, jika terjadi kerusakan pada DBMS, akan
berdampak pada seluruh pengguna dan sistem informasi yang mengakses DBMS.
|
Meningkatnya
standardisasi.
Dengan adanya
pemakaian data bersama-sama, maka penamaan tabel, field, tipe data, hak akses, dan sebagainya harus dibuat standar
dan dokumentasinya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna DBMS.
|
8.
|
Menignkatnya
skala ekonomi.
Adanya
integrasi data data seluruh perusahaan mungkin memiliki kebutuhan pengguna
lainnya. Dengan DBMS, kita dapat membuat keputusan tentang desain dan
penggunaan operasional basis data secara keseluruhan.
|
|
Meningkatkan
akses data dan tanggapan.
|
Indrajani. (2011). Pengantar dan Sistem
Basis Data. Jakarta; Elex Media Komputindo.
5. Peranan
Database dan DBMS dalam Memecahkan masalah dibidang psikologi
DBMS
merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basisdata yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur
basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan
kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan
masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yangrelatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenalbeberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain: Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyakuser, dari masing-masinguserakan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugasdan fungsinya.
Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yangrelatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenalbeberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain: Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyakuser, dari masing-masinguserakan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugasdan fungsinya.
Komentar
Posting Komentar